Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan belum akan mengakhiri Perang Israel-Palestina meski sejak sepekan perang meletus korban tewas, seperti yang dilansir Bisnis.com, Senin (17/5/2021), telah nyaris mencapai 200 orang termasuk 58 anak-anak.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengecam kekejian serangan Israel terhadap bangsa Palestina mengingat dalam serangan tersebut banyak korban sipil tewas secara tragis.

“Apa yang terjadi di Palestina saat ini adalah kesempatan untuk mengingatkan dunia bahwa penjajahan belum berakhir dan rasa kemanusiaan memanggil siapa saja yang masih punya hati nurani. Mari bersolidaritas untuk Palestina,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Senin (17/5/2021).

Wakil Ketua Bidang OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini memberikan apresiasi atas posisi Pemerintahan Indonesia dan seluruh negara yang konsisten melakukan langkah-langkah nyata menuntut kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina dari berbagai bentuk penjajahan dan penindasan.

“Sikap Indonesia yang tidak pernah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel bukti bahwa Indonesia masih menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan komitmen nyata dalam menghapuskan penjajahan di atas dunia seperti yang tertuang dalam batang tubuh pembukaan UUD 1945,” tegas Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) meminta kepada Indonesia bersikap semakin tegas agar kekejian dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan oleh Israel dapat dihentikan dengan seksama dan dalam tempo secepat-cepatnya.

“Melihat anak-anak menjadi korban jiwa dari kekejian Isrel sangat menyakitkan jiwa dan kemanusiaan. Tindakan biadab tak bermoral. Tidak boleh berlanjut. Indonesia harus melakukan segala upaya diplomatik dengan negara-negara lain untuk menghentikan kekejian tersebut secepatnya,” pinta Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini mengimbau kepada semua pihak untuk tidak terprovokasi dengan berita-berita hoaks dan berita-berita palsu yang ingin menjauhkan usaha untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Hindari diri menjadi korban pengaburan informasi tentang penderitaan bangsa Palestina yang digempur militer Israel dengan keji, tentang siapa yang benar dan salah, tentang akar konflik dan lain-lain. Perjuangan Palestina merdeka adalah harga mati,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, jumlah korban tewas dan luka-luka di Palestina terus bertambah. Suara dentuman masih mengiringi hancurnya bangunan-bangunan tempat tinggal di Jalur Gaza.

Kemarin, Ahad (16/5/2021), Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah bertemu untuk membahas tentang upaya penyelesaian atas pecahnya kekerasan terburuk selama bertahun-tahun di Palestina dan Israel ini.

Namun sayangnya, sebagaimana dimuat di laman Kompas.com, DK PBB masih belum mengambil tindakan meski delegasi yang hadir dalam pertemuan tersebut menyayangkan terjadinya kematian warga sipil dan kerugian materiil. [Muhammad Qolbi]