PedomanBengkulu.com, Jakarta – Juru bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Minaria Chrystin, mengatakan tiga aspek penting dalam pendidkan nasional yang perlu diwujudkan.

Pertama, sistem pendidikan neoliberal yang meminimalkan peran negara harus dihentikan, seperti pendidikan mahal untuk dapatkan kualitas yang baik hanya dapat dijangkau segelintir orang.

“Paradigma negara harus dikembalikan seperti mandat konstitusi UUD 1945, yakni bertanggungjawab agar seluruh rakyat Indonesia dapat mengakses pendidikan yang sama tanpa diskriminasi,” ujarnya, Minggu (2/5/2021).

Untuk hal ini, Jubir PRIMA menegaskan bahwa negara memastikan tersalurnya pendidikan bagi rakyat 99 persen, dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT), yang tidak dapat mengakses pendidikan serta infrastruktur yang memadai.

Kedua, Menurut Jubir PRIMA yang juga aktivis Suluh Perempuan, nasionalisme harus diajarkan sebagai nilai yang hidup dan bisa menjiwai praktek sosial, seperti kecintaan terhadap kemanusiaan, keberpihakan pada keadilan sosial, patriotisme serta semangat gotong royong dalam berbangsa, pungkasnya

“Ketiga, perlu mendorong peserta didik untuk belajar memahami keadaan sosial di sekitarnya dan menempatkan dirinya sebagai manusia Indonesia yang paham akan tugas-tugas kemanusiaannya, tanpa merendahkan satu sama lain yang berbeda agama dan suku,” tutupnya. (*)