PedomanBengkulu.com, Seluma – Jelang hari raya idul fitri masyarakat mulai melakukan berbagai aktivitas, untuk menyiapkan sajian pada saat hari raya tiba. Salah satunya adalah memasak dodol atau gelamai, yang dilakukan dengan cara bersama sama. Tradisi dengan sebutan ‘ngidak gelamai’ dalam bahasa serawai tahun ini berbeda, karena dilakukan langsung di rumah dinas Bupati Seluma, kelurahan Lubuk Lintang (8/5/2021).

Belasan warga dan perwakilan staf dari Pemkab Seluma, dilibatkan dalam proses memasak gelamai. Mereka sudah mulai memasak gelamai dari sabtu (8/5/2021) siang, karena memasak gelamai membutuhkan waktu setidaknya selama delapan jam. Bahan baku gelamai yang digunakan adalah santan kelapa, gula merah, tepung ketan, dan bawang merah. Seluruh bahan tersebut dihancurkan, dan dimasak dengan cara diaduk.

Bupati Seluma, Erwin Octavian yang juga turut mengaduk adonan gelamai menyatakan, memasak gelamai membutuhkan kesabaran dan ketelitian, demi menjaga teksturnya hingga matang. Selain itu suhu dan proses pengadukan adonan gelamai juga harus diawasi, sehingga tidak gagal dimasak.

“Jangan sampai adonan gelamai, kalau istilahnya itu tai kambingan (berbentuk bulat), harus rata dan kenyal seperti yang sering kita makan saat lebaran. Proses memasaknya juga harus dilakukan dengan kompak,” jelasnya.

Wakil Bupati Seluma, Gustianto menyatakan, tradisi memasak gelamai sudah ada sejak lama, dan warisan nenek moyang di Seluma. Sehingga harus dipertahankan, dalam menyambut hari raya idul fitri.

“Insyaallah ini akan kami jadikan agenda rutin, dalam rangka promosi budaya Seluma,” jelasnya. [IT2006/ADV]