Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Melakukan percepatan transformasi digital dengan perluasan akses, infrastruktur, percepatan integrasi Pusat Data Nasional serta pembuatan roadmap di berbagai sektor tengah diagendakan oleh pemerintah di seluruh daerah agar mendatangkan manfaat bagi kemajuan bangsa.

Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital selama 15 tahun, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, hal ini menjadi peluang emas bagi generasi Z dan milenial yang mencapai 56.02 persen dari 2,01 juta penduduk di Provinsi Bengkulu.

“Percepatan transformasi digital harus dimulai dari memperkuat literasi di kalangan milenial. Di pusat sudah, bawa program ini ke daerah. Bengkulu bisa dapat banyak keuntungan kalau teknologi digital digunakan untuk tujuan yang benar, digunakan secara baik dan terarah,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Rabu (30/6/2021).

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi ini menekankan, kemampuan digital milenial Bengkulu harus benar-benar dapat diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan emosional, ekonomikal dan spiritual bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga bangsa dan negara.

“Semakin cerdas milenial mengolah informasi yang beredar di dunia maya, apalagi yang sudah masuk usia angkatan kerja, semakin bagus daya saing Bengkulu di tengah-tengah arus globalisasi. Ini sangat-sangat penting sekali,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Sebaliknya, Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini memaparkan, bila upaya membangun literasi digital ini gagal, maka masyarakat akan memetik banyak kerugian, baik kerugian mental, maupun kerugian material.

“Kemarin sudah ada anak sekolah yang dihukum karena menggunakan aplikasi video menghina sebuah negara yang bersahabat dengan Indonesia sejak merdeka. Ini mencoreng nama baik Bengkulu. Sudah cukup. Jangan ada lagi informasi negatif, hoaks, yang mengandung pornografi, bully hingga teror viral di media sosial,” tandas Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menambahkan, memperkuat literasi digital di kalangan generasi Z dan milenial ini adalah tantangan terbesar yang dihadapi oleh hampir semua orangtua saat ini yang semakin resah sejak pandemi covid-19 melanda.

“Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa menjawab tantangan ini dengan merancang program-program yang terukur. Dunia pembangunan pendidikan, kesehatan, bahkan energi, perhubungan dan lain-lain sekarang sudah terdigitalisasi. Percaya deh, membangun generasi yang cakap secara digital ini sangat diperlukan,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, pada tahun 2019, survei IMD World Digital Competitiveness menyebutkan daya saing Indonesia masih berada di peringkat 56 dari 63 negara, termasuk yang paling rendah dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN.

Sementara laporan We Are Social dan HootSuite “Digital 2021” menyebutkan bahwa hoaks dan penipuan memang menjadi musuh besar pengguna internet yang di Indonesia jumlahnya mencapai 202,6 juta jiwa. [Muhammad Qolbi]