PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud bilamana seluruh keluarga dapat mengambil peran dalam upaya memperkuat ketahanan nasional. Keluarga adalah sumber kekuatan utama suatu bangsa untuk membangun peradaban yang adil dan makmur.

Demikian pandangan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengenai Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati pada tanggal 29 Juni setiap tahunnya dan pada tahun ini jatuh pada Selasa (29/6/2021).

“Keluarga harus jadi benteng dari corona dan narkoba, dua musuh yang mengancam bangsa saat ini. Pada masa pandemi setiap keluarga punya waktu lebih untuk menciptakan aktivitas bersama yang berkualitas di rumah, bersama-sama membentengi anggota keluarga dari corona dan narkoba,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menekankan, Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan bahwa Klaster keluarga cukup mendominasi dalam lonjakan kasus saat ini hampir di seluruh wilayah nusantara.

“Makanya kemarin saya anjurkan pembelajaran tatap muka mulai tahun ajaran baru yang dimulai Juli ini harus dipertimbangkan dengan cermat sekali. Kecuali kalau setiap keluarga di suatu daerah kesadaran protokol kesehatannya tinggi,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini menyampaikan, setiap anggota keluarga harus saling sering mengingatkan tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan langkah pencegahan tambahan saat pulang ke rumah.

“Kalau ada yang merasa sakit harus jujur, langsung inisiatif untuk tes dan menjauh dari anggota keluarga yang lain sampai bener-bener terbukti tidak terinfeksi covid-19. Kalau terbukti, silahkan isolasi mandiri, pakai masker 24 jam, jaga jarak dengan keluarga yang lain,” tegas Hj Riri Damayanti John Latief.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini memaparkan, kekuatan keluarga juga sangat dibutuhkan sebagai benteng pertahanan diri dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang masih merajalela.

“Upaya menekan peredaran narkoba akan sangat efektif dimulai dari ketahanan rumah. Jangan ada lagi pemahaman anggota keluarga yang keliru soal narkoba supaya pencegahan dan penanggulangannya dapat dilakukan seefektif mungkin,” papar Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, Harganas pertama kali diinisiasi oleh Ketua BKKBN di era Presiden Soeharto, yaitu Haryono Suyono, sebagai momen peringatan kepada rakyat Indonesia bahwa keluarga sebagai kekuatan penting untuk membangun bangsa dan negara.

Mulai dirayakan sejak 1993, setiap tahun peringatan Harganas mengusung tema berbeda dan tahun ini mengangkat tema ‘Keluarga Keren Cegah Stunting’. [Muhammad Qolbi]