PedomanBengkulu.com, Mukomuko – Pasca penemuan bangkai satwa yang dilindungi, Kapolsek Sungai Rumbai, IPDA Edi Purwanto, SH bersama dengan Personilnya mendampingi Tim Gabungan BKSDA Bengkulu, Dinas Kehutanan, TNKS-PHS, mendatangi lokasi penemuan Bangkai Gajah di Hutan Produksi Air Teramang Konseksi PT BAT (Bentara Arga Timber), Senin (7/6/2021) sekitar Pukul 10.00 WIB.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi, SH, S.IK, MH melalui Kapolsek Sungai Rumbai, IPDA Edi Purwanto, SH, kepada awak media saat dihubungi, Selasa (8/6/2021) mengatakan, pada Senin kami mendapatkan laporan dari BKSDA Bengkulu Bahwa pada saat melaksanakan patroli menemukan bangkai gajah Dihutan Produksi Air Teramang, konseksi PT. BAT Bangkai Gajah tersebut dalam keadaan membusuk di Sungai sudah hampir 2 bulan mati.

“Adapun disekitar lokasi kira-kira 500 meter dari lokasi ditemukan bangkai Gajah didapatkan Sabun batangan yang didalamnya diduga diisi dengan Racun, yang digunakan Pelaku untuk meracun Gajah tersebut,” ujarnya.

“Dengan adanya kejadian tersebut Tim Patroli BKSDA mengambil beberapa sampel dari Gajah tersebut seperti Tulang Rusuk, gigi, kulit, sabun yang telah dicampuri racun guna identifikasi di Laboratorium Biologi UNIB Bengkulu,” tambahnya.

Kapolsek dan Tim BKSDA sampai di TKP Bangkai Gajah tersebut dan benar di TKP ditemukan Gajah yang mati dan sudah tinggal tulang belulang. Anggota Reskrim langsung melakukan olah TKP dan benar di sekitar TKP ditemukan sabun yg dicampuri racun di duga untuk meracuni Gajah tersebut.

Gajah tersebut merupakan Gajah liar diduga berjenis kelamin Betina dan berumur sekira 35 tahun dari ciri-ciri memiliki caling (gigi taring). Setelah melaksanakan olah TKP Tim mengamankan dari hasil olah TKP berupa tulang rusuk dan tali nilon dilokasi penemuan Bangkai Gajah kemudian dilakukan pemotretan. [Angga]