PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu mengikuti secara Virtual Live Acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-28 di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa (29/6).

Mengusung tema “Keluarga Keren Cegah Stunting”, acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dan sejumlah unsur Forkompinda serta sejumlah pejabat di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Pada momentum ini, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Ir. Rusman Efendi MM mengingatkan bahwa kesehatan keluarga menjadi prioritas utama yang harus dijaga. Sebab, keluarga menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan.

“Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa saat ini satu dari empat anak yang lahir di Indonesia mengalami stunting. Di dunia, Indonesia berada pada posisi ke-5 sebagai negara yang memiliki kasus stunting terbanyak. Oleh karena itu, mari jadikan Harhanas ke-28 sebagai momentum bersama untuk kembali menumbuhkan kesadaran membentuk generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas,” ujar Rusman kepada Wartawan usai mengikuti Virtual Live.

Di Bengkulu lanjut Rusman, angka stunting mencapai 27,98 persen, ditargetkan turun hingga 14 persen ditahun 2022 mendatang.

“Terkait hal tersebut, BKKBN bersama seluruh unsur pemerintah dan elemen masyarakat akan berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh keluarga di Provinsi Bengkulu untuk menurunkan angka stunting, termasuk meningkatkan kualitas gizi anak dan ibu hamil serta menyusui. Sehingga dengan keluarga berkualitas akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang tangguh,” lanjutnya.

Rusman juga menjelaskan, stunting adalah kekurangan gizi kronis yang mengganggu pertumbuhan anak. Dan hal tersebut juga dapat disebabkan karena infeksi penyakit yang terjadi berulang kali pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dalam rentang usia 0-23 bulan.

“Seorang anak tergolong stunting jika panjang atau tinggi badannya di bawah minus standar deviasi panjang atau tinggi anak-anak sebayanya,” tandasnya.

Sementara itu dikesempatan ini, dilaksanakan penyerahan CSR BRI Cabang Bengkulu untuk penanggulangan stunting, berupa 150 paket untuk ibu hamil dan 100 paket untuk anak pada 4 lokus stunting, yaitu di Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur dan Bengkulu Utara.[Kucir.06]