Ilustrasi : freepik.com

Pedomanbengkulu.com, Seluma – Inspektorat Kabupaten Seluma turut berpartisipasi dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, khususnya di bidang pengawasan. Pengawasan dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari tahap penyaluran, hingga pemberian vaksin kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar pemberian vaksin dapat tepat sasaran, dan penggunaannya memberikan dampak positif kepada masyarakat.

“Tim sudah turun untuk mengawasi kegiatan vaksinasi di lapangan, tim melihat langsung proses vaksinasi di seluruh fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, juga dinas kesehatan,” jelas Inspektur Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhani (3/6/2021).

Deddy menyatakan sampai saat ini tidak ada temuan pelanggaran dalam pemberian vaksinasi yang dilakukan di Kabupaten Seluma. Namun ada catatan khusus terhadap pemberian insentif untuk tenaga vaksinator, yang sampai saat ini belum dilakukan.

“Kami mendapat informasi bahwa insentif untu tenaga vaksinator atau petugas yang menyuntikan vaksin belum dibayarkan, oleh karena itu kami minta agar hal tersebut segera dilakukan, dan jangan sampai ditunda lagi,” jelasnya.

Adapun setiap vaksinator berhak menerima sebesar Rp. 10.000 untuk setiap petugas dalam setiap penyuntikan. Di Seluma terdapat 116 orang vaksinator, yang tersebar sebanyak 5 orang pada 22 puskesmas. Vaksinator juga terdapat pada RSUD Tais dan Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma. [IT2006]