Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Musik untuk rakyat, demikian ungkapan singkat Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia asal Provinsi Bengkulu, Hj Riri Damayanti John Latief di tengah peringatan Hari Musik Sedunia yang diperingati hari ini, Senin (21/6/2021).

“Musik untuk rakyat itu menyatukan rasa dan selera, mengharmonisasikan perbedaan, menggelorakan semangat kebangsaan, keadilan dan kemakmuran bersama. Semoga musisi Indonesia karya-karyanya semakin berkualitas, semakin dihargai, semakin menambah optimisme dan semangat rakyat untuk bangkit dari pandemi,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini memberikan catatan khusus kepada pemerintah yang telah menerbitkan aturan turunan tentang hak cipta dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.

“Semangatnya bagus, pemerintah ingin agar pendapatan musisi tanah air bisa naik karena lagu-lagu atau musik karya mereka yang dimanfaatkan untuk tujuan komersil harus diberikan royalti. Semangat ini patut diapresiasi,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Pun demikian, Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini berharap berbagai aspirasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat dapat diakomodir agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan masalah baru.

“Misal ada temen-temen yang buka bisnis restoran, kafe dan yang sejenis mengaku keberatan kalau harus membayar royalti apalagi saat pandemi covid-19 ini pendapatan mereka jauh menurun drastis. Jadi memang harus ada pengecualian,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini menuturkan, persoalan yang juga harus dipecahkan adalah menyangkut kasus pelanggaran hak cipta di laman media digital yang saat ini berseliweran di dunia maya seakan seperti tsunami.

“Intinya semangat pemerintah sudah bagus, hanya regulasinya yang perlu disempurnakan. Harapan saya dalam penyempurnaan regulasi ini nanti bisa memasukkan aturan yang mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang membangkitkan semangat gotong royong dan beragama serta larangan musik cabul, porno dan vulgar di tengah-tengah masyarakat,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Hari Musik Sedunia pertama kali digagas oleh Joel Cohen, pemusik berdarah Amerika. Ia menilai musik adalah seni yang bersifat universal yang dapat menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

Peringatan Hari Musik Sedunia atau World Music Day dipatenkan oleh Unesco sejak perhelatannya digelar di Paris pada tahun 1982 melalui perayaan La Fête de la Musique. [Muhammad Qolbi]