Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 660/2021 yang menjadi dasar pembatalan keberangkatan jamaah calon haji (Calhaj) jilid II tahun 1442/2021 menuai polemik dan kontroversi di tengah-tengah masyarakat Indonesia, terutama mengenai dana haji.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, polemik dan kontroversi soal tata kelola haji menjadi kontraproduktif terhadap usaha pemerintah untuk membangun kembali kekuatan bangsa yang babak belur karena pandemi covid-19.

“Tapi bukan salah masyarakat juga ketika ada sebagian yang begitu kritis menyikapi kebijakan pembatalan keberangkatan jamaah calon haji tahun ini. Polemik dan kontroversi timbul bisa jadi karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penentu kebijakan sangat rendah,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Selasa (15/6/2021).

Wakil Ketua Bidang OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini menuturkan, polemik dan kontroversi harus menjadi cemeti bagi pemerintah untuk mengembalikan kewibawaannya dengan menunjukkan prestasi demi prestasi yang membanggakan.

“Sikapi polemik dan kontroversi ini dengan bijak. Tuduhan penyelewengan dana misalnya, sikapi dengan audit menyeluruh atas dana haji dengan auditor yang profesional dan independen, terus hasilnya umumkan ke publik. Insya Allah kalau semua jelas nggak akan ada yang nyinyir,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini berharap pemerintah dapat meredam polemik dan kontroversi tersebut dengan sangat hati-hati terutama dengan mempertimbangkan suasana batin Calhaj yang batal berangkat pada tahun ini dan tahun sebelumnya.

“Ada yang mengantri sudah begitu lama, puluhan tahun, tapi pas waktunya berangkat, tiba-tiba dibatalkan. Jadi psikologinya harus juga dipahami. Jangan ada pernyataan-pernyataan yang menambah beban psikis Calhaj yang batal berangkat. Jangan sampai masalahnya kian rumit,” sampai Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini mendoakan agar pandemi covid-19 dapat segera berakhir dan siapapun yang telah berpuluh tahun menahan kerinduan berangkat ke Tanah Suci dapat berangkat pada tahun 2022 mendatang.

“Tetap berprasangka baik sama Allah subhanahu wa ta’ala. Gunakan waktu menunggu untuk mempersiapkan diri dengan bekal terbaik agar hadir sebagai tamu Allah di Tanah Suci dalam keadaan benar-benar siap lahir dan batin,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini menambahkan pentingnya agar semua pihak dapat menahan diri untuk tidak memprovokasi atau menggelindingkan isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam penyelenggaraan haji tahun 2021 ini.

“Yang paling senang kalau antar sesama anak bangsa ribut adalah bangsa asing yang ingin menguasai ekonomi dan sumber daya alam Indonesia. Jadi sudahilah debat-debat yang memecah belah persatuan. Kalau ada kritik, sertakan solusi terbaik sehingga tahun depan Indonesia tidak memiliki halangan lagi untuk bisa menunaikan ibadah haji,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Data terhimpun, Pemerintah Arab Saudi telah memberikan keputusan ibadah Haji tahun 2021 ini dilakukan secara terbatas hanya untuk domestik Arab Saudi saja.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Arab Saudi membatasi kapasitas jemaah yang bisa melakukan ibadah haji 2021, baik dari segi jumlah maupun usia.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah memutuskan tahun ini tidak ada keberangkatan jemaah haji dengan alasan demi keselamatan jemaah mengingat kasus harian covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. [Muhammad Qolbi]