PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Lembaga penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) bersama legislatif telah merencanakan pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden pada bulan Februari 2024 sementara Pemilihan Kepala Daerah pada bulan November 2024.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, pelaksanaan Pemilu 2024 harus benar-benar dipersiapkan dengan kesiapan prima tanpa ada celah bagi pihak-pihak tertentu untuk merusak kualitas demokrasi demi meraih kekuasaan.

“Di tengah pandemi yang saat ini masih tinggi, perhatikan bagaimana Pemilu 2024 tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Bahkan satu nyawa pun. Apalagi Pemilu 2024 ini jauh lebih komplek dari Pemilu 2019,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Jumat (25/6/2021).

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menjelaskan, seluruh tata kelola yang berpeluan menjadikan Pemilu 2024 menjadi rumit dan penuh beban kerja harus bisa disederhanakan.

“Persiapan masih cukup panjang untuk melakukan sosialisasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang kuat, sehat dan cakap. Apa-apa yang membuat beban kerja penyelenggara menjadi berat dan rumit masih bisa disederhanakan,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menekankan pentingnya semua perselisihan terkait kepemiluan 2024 dikembalikan kepada landasan semangat untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas, mencintai dan dicintai masyarakat.

“Kalau ada perselisihan hal yang wajar. Yang penting semangatnya harus tetap dalam koridor memilih presiden, kepala daerah, wakil rakyat yang benar-benar bisa mendatangkan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” imbuh Hj Riri Damayanti John Latief.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI (KPP RI) ini mengingatkan agar penyelenggaran Pemilu dan DPR tidak mengabaikan upaya pemenuhan hak-hak perempuan dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Perjuangan panjang untuk memenuhi seluruh hak-hak perempuan harus dimulai dari penyelenggaraan pemilihan calon-calon pemimpin. Penyelenggara Pemilu 2024 harus punya kesadaran yang tinggi dalam memahami pentingnya mewujudkan kesetaraan dalam berbagai bidang kehidupan dimulai dari keterwakilan perempuan dalam politik,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, belum lama ini tim dari Komisi II DPR RI dan KPU dikabarkan telah menetapkan jadwal Pemilu Presiden dilakukan Rabu 28 Februari 2024 dan Pilkada Serentak pada Rabu 27 November 2024 dengan tahapan yang akan dimulai Maret 2021.

Namun berbagai masukan muncul agar DPR dan KPU perlu mempertimbangkan bahwa hari Rabu 28 Februari 2024 bertepatan dengan hari raya Galungan. [**]