PedomanBengkulu.com, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) mengajukan permohonan penundaan pembayaran utang terhitung Juli hingga Desember 2021 mendatang kepada Bank Jabar Banten (BJB) sebesar Rp150 miliar. Permintaan ini didasari dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto mendukung Pemkot Bengkulu mengajukan penundaan pembayaran utang tersebut, mengingat saat ini pertumbuhan perekonomian terhambat karena Covid-19 dan anggaran bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian yang saat ini terhambat.

“Kita berdoa pandemi segera berakhir, sehingga pemulihan ekonomi tidak hanya di Kota Bengkulu, tapi nasional maupun internasional, bisa segera pulih,” kata Dediyanto, Selasa (15/6/2021).

Mengenai penundaan pembayaran utang tersebut, menurut Dediyanto tidak ada yang serem dan tak perlu diperdebatkan, jadi lebih baik menjaga kesehatan, mentaati protokol kesehatan, serta berkorelasi pada pemulihan ekonomi dan mendukung proses pengembalian dana.

“Disituasi sekarang kita berharap semua proses yang sudah berjalan baik, tidak membuat kegaduhan yang membuat aneka pihak mengerem untuk investasi di Kota Bengkulu,” ungkap Dediyanto.

Dediyanto meyakini, tentunya proses peminjaman Pemkot Bengkulu yang telah dipenuhi BJB sudah selesai prosesnya, tentunya pemberian pinjaman itu didasari atas keyakinan BJB kepada Pemkot Bengkulu, selain itu pastinya mereka sebelum mengucurkan pinjaman telah melakukan kalkulasi ekonomi yakni terhadap kekuatan ekonomi yang ada di Kota Bengkulu.

“Nah disituasi pandemi ini, mereka juga (BJB) paham bahwa dalam situasi pandemi ini ekonomi tidak tumbuh dengan baik. Jadi mari kita keluarkan ide-ide terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kreatif, misalnya mengidentifiasi sumber-sumber baru PAD. Itu yang kita lakukan di Komisi III DPRD Kota Bengkulu, itu salah satu sinergi kita bersama Pemkot. Kita lebih baik menyalakan lilin ditengah kegelapan dari pada kita mengutuk kegelapan tersebut, yang itu tidak merubah situasi,” jelasnya. [AM/adv]