PedomanBengkulu.com, Lebong – Dalam usaha memutuskan mata rantai virus Covid-19, selain penyekatan pintu masuk dengan mendirikan dua posko dan memberlakukan test SWAB Antigen, bagi seluruh warga yang masuk ke Kabupaten Lebong. Bupati Lebong Kopli Ansori juga menekankan untuk tim Gugus Tugas untuk memastikan setiap warga Kabupaten Lebong yang kedapatan reaktif SWAB Antigen mendapatkan paket Jatah Hidup (Jadup). Pemberian jadup ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus apresiasi Pemkab Lebong, bagi mereka yang sedang menjalankan isolasi secara mandiri (Isoman) di kediamannya masing-masing.

“Pastikan seluruh warga kita yang Isoman mendapatkan paket Jadup dari Pemkab Lebong. Jangan menunggu 14 hari baru diberikan Paket Jadup, seketika warga diketahui reaktif dan harus Isoman, seketika itu juga mereka harus diberikan paket jadupnya,” ungkap Kopli Ansori Rabu (28/07/2021) siang.

Ditambahkan Kopli, jika sebelumnya dirinya sudah menginstruksikan untuk warga yang sedang menjalankan Isoman, paket Jadup juga harus disiapkan di Posko perbatasan. Hal itu untuk menunjukkan keseriusan Pemkab Lebong dalam memperhatikan masyarakatnya yang kedapatan terpapar melalui SWAB Antigen di Posko perbatasan.

“Ketika ada warga kita yang reaktif SWAB Antigen di Posko, mereka langsung diberikan paket jadup sebagai bentuk dukungan kita dalam menjalani Isoman,” tegasnya.

Selain memastikan jadup warga yang sedang Isoman, Bupati Kopli juga meminta seluruh jajaran Gugus Tugas penanggulangan Covid-19, benar-benar bekerja dalam melindungi masyarakat, untuk memutuskan mata rantai virus Covid-19 di Kabupaten Lebong. Segala sesuatu yang harus segera diatasi dalam penanganan Covid-19, itu yang harus menjadi prioritas didahulukan semua jajaran.

“Perlu dipertegas, jangan sampai kita berpikir hanya untuk menghabiskan anggaran. Tetapi bagaimana kita berpikir dengan anggaran yang ada ini, kita bisa memutuskan mata rantai Covid-19 di Kabupaten Lebong. Tentunya, dukungan masyarakat juga sangat dibutuhkan kerjasamanya,” bebernya. [Supriyadi]