Gubernur Bengkulu H Rohidin Mersyah

PedomanBengkulu.com – Kota Bengkulu – “Mengawali bulan Juli 2021 ini atas takdir Allah SWT saya terpapar Covid-19. Meskipun kondisi badan yang terasa sehat karena termasuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), sejak keluarnya hasil tes swab dan PCR yang menyatakan positif Covid-19 saya telah melaksanakan isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Dan hasil positif ini keluar setelah banyak tes swab dan PCR yang sudah saya lakukan sejak awal tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 melanda selalu menyatakan negatif. Tentu kita tidak dapat menolak jika virus ini sudah menyerang diri kita, namun dengan berbagai ikhtiar yang telah kita lakukan seperti vaksinasi Covid-19 yang lengkap telah membuat kekebalan imun meningkat, sehingga gejala yang ditimbulkan oleh Covid-19 ini tidak begitu terasa bahkan dapat dikatakan saya dalam keadaan baik-baik saja,” kata Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, Rabu (7/7/2021).

Pandemi Covid yang melanda Indonesia saat ini sedang mengalami lonjakan yang begitu tinggi. Tidak hanya di kota-kota besar, lonjakan kasus Covid-19 juga terjadi di Provinsi Bengkulu. Tercatat sebanyak 2.057 orang yang telah dinyatakan positif Covid-19 di bulan Juni 2021 ini, angka ini merupakan angka tertinggi sejak Covid mewabah di awal tahun tahun 2020.

roTotal keseluruhan konfirmasi positif sampai dengan tanggal 5 Juni 2021 sudah mencapai 10.877 kasus di mana 1.600 Orang masih berstatus konfirmasi aktif, 231 orang meninggal, dan 9.046 orang sudah dinyatakan sembuh. Angka statistik ini menjadi warning dalam menghadapi pandemi saat ini yang masih saja cenderung meningkat setiap harinya.

Lonjakan kasus pandemi yang terjadi akhir-akhir ini lebih pada abainya kita melaksanakan protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas keseharian karena menganggap bahwa pandemi ini sudah akan berlalu. Selain itu masuknya varian baru Covid-19 yang menurut para ahli lebih mudah menular dan memiliki gejala yang berbeda dapat menjadi penyebab lonjakan kasus akhir-akhir ini.

Ikhtiar Bersama

Dari pandemi Covid-19 ini telah menyebabkan banyak perubahan berbagai tata kehidupan masyarakat termasuk di fasilitas-fasilitas kesehatan. Dengan semakin banyaknya masyarakat terpapar Covid-19 ini juga menyebabkan perubahan dalam sistem kesehatan yang kita miliki, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit yang tinggi karena diisi oleh pasien Covid, hingga kewalahannya tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam menangani Covid-19 ini.

Semakin banyak masyarakat terpapar Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri dengan bergejala ringan atau tanpa gejala dapat membantu meringankan rumah sakit untuk merawat penderita Covid-19 yang memiliki gejala berat dan benar-benar membutuhkan bantuan medis yang serius untuk ditangani.

“Dalam menjalankan isolasi mandiri kita dianjurkan untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan dan multivitamin, berolahraga ringan, serta mengurangi konsumsi berita negatif yang dapat memicu stres dan menurunkan imun tubuh. Serta yang terpenting adalah dengan banyak berdoa dan berzikir kepada Allah SWT karena kesembuhan sesungguhnya bukan dari obat-obatan atau fasilitas kesehatan yang tersedia namun Kesembuhan akan bisa kita dapatkan atas kehendak dari Allah SWT,” sambung Rohidin.

Usaha Manusia

Dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini pemerintah telah menggalakkan program vaksin bagi seluruh masyarakat. Vaksinasi merupakan salah satu usaha dalam menekan berbagai risiko kemungkinan buruk yang terjadi dalam penyebaran virus ini, sehingga diharapkan nantinya akan tercipta suatu kekebalan imun yang lebih baik bila nanti terjadi penularan Covid-19.

“Saya merasakan sendiri dampak vaksin yang luar biasa ketika terpapar virus Covid-19 ini, dengan telah selesai melaksanakan vaksin sebanyak dua kali membuat dampak negatif akibat terpapar Covid-19 tidak dirasakan cukup berarti. Memang dampak dari vaksin yang diterima berbeda-beda pada tiap individu, sesuai dengan berbagai faktor yang melekat pada dirinya, tetapi dengan melakukan vaksin setidaknya kita sudah berusaha untuk melaksanakan pencegahan terkait dengan dampak negatif yang lebih buruk pada diri kita bila terpapar Covid-19 dibandingkan bila tidak melaksanakan vaksin sama sekali,” ungkap Rohidin.

Berbagai rumor yang beredar terkait vaksin menyebabkan keengganan masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19, mulai dari merek dan asal muasal vaksin sampai dampak negatif yang terjadi ketika telah melaksanakan vaksin tersebut. Hal ini merupakan sebuah pemberitaan negatif yang sangat berpengaruh pada rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan vaksin. Padahal sampai saat ini belum ada penelitian resmi yang menyatakan dampak negatif dari penggunaan vaksin tersebut.

“Dari pandemi Covid-19 ini saya mengajak seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk segera secara aktif berpartisipasi dalam mengikuti vaksinasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Vaksin ini merupakan usaha kita dalam menghadapi pandemi untuk menghadapi kehidupan masa depan yang lebih baik. Dengan dilaksanakannya vaksinasi ini maka kita akan mengupayakan untuk meminimalisir berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan akibat terpapar Covid-19. Dan setelah melaksanakan vaksin kita tetap harus menjalankan kegiatan protokol kesehatan sebaik mungkin karena kemungkinan terpapar Covid-19 masih tetap ada,” ungkapnya.

Kebijakan Pemulihan Optimis

Dengan lonjakan kasus yang terjadi akhir-akhir ini maka pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk wilayah di luar Pulau Jawa-Bali, dan Kota Bengkulu termasuk di antara 43 daerah lainnya di luar Jawa-Bali. Hal ini menjadi sebuah peringatan untuk kita semua bahwa kasus yang semakin tinggi ini harus diatasi dengan berbagai langkah ekstrim yaitu kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Tentunya dengan adanya kebijakan ini maka akan banyak berdampak terhadap berbagai kegiatan aktivitas keseharian di masyarakat. Namun kebijakan ini harus disikapi secara positif dan mengharapkan masyarakat dapat bersabar dan mendukung kebijakan pemerintah ini mengingat segala hal yang akan dilaksanakan selama penerapan kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan angka penularan Covid-19 dan menjaga agar pandemi Covid-19 tidak menjadi lebih parah di wilayah Kota Bengkulu sehingga dapat memulihkan kembali aktivitas ekonomi dan kemasyarakatan di daerah.

Dampak dari lonjakan kasus penularan Covid-19 di Bengkulu juga telah menyebabkan kekhawatiran terkait dengan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dalam melayani pasien Covid-19. Ini telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mempersiapkan kemungkinan terburuk dengan pemprov akan menambah rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah kasus baru Covid-19. Selain itu rumah sakit rujukan yang sudah ada telah menambah kapasitas tempat tidur dengan kapasitasnya cukup tinggi.

Dengan semakin banyaknya pasien di rumah sakit rujukan Covid-19 maka kebutuhan akan oksigen juga meningkat. oksigen menjadi sebuah kebutuhan khususnya bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Guna mengantisipasi kebutuhan oksigen ini pemerintah juga sedang berupaya untuk menambah pasokan oksigen di rumah sakit. Hal ini menjadi langkah khusus mengingat kebutuhan oksigen ini terjadi di seluruh daerah yang mengalami peningkatan kasus Covid-19.

“Setiap langkah yang diambil dalam menghadapi permasalahan lonjakan kasus Covid-19 ini memerlukan peran serta kita semua. Hal terbaik yang dapat kita laksanakan saat ini adalah dengan mengikuti setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ini menjadi sebuah langkah yang diharapkan akan menekan penyebaran virus lebih luas dan memberikan tingkat kesembuhan yang lebih tinggi bagi pasien Covid-19,” tambahnya.

“Penerapan pembatasan sosial, protokol kesehatan, serta adaptasi kenormalan baru mendorong kita untuk lebih proaktif dalam mengambil peran. Mulai dari lingkungan terkecil keluarga sampai pada peran kita di masyarakat. Dengan saling bersinergi pada setiap tindakan kecil yang dikerjakan akan memberikan dampak positif yang berakibat besar dalam mengatasi pandemi ini. Dengan mempersiapkan pemahaman yang baik terkait dengan penyakit ini juga akan memudahkan kita dalam mengambil setiap tindakan yang diperlukan bila terpapar Covid-19 dan usaha untuk menyembuhkannya,” sambung Rohidin

Sudah saatnya melihat pandemi Covid-19 ini sebagai sebuah wabah yang menjadi bagian dari kehidupan keseharian. Tidak boleh menghadapinya dengan ketakutan berlebihan tetapi juga tidak boleh abai dalam mencegah penularannya. Karena pandemi ini belum akan berakhir dalam waktu dekat maka ikhtiar terbaik adalah dengan hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan untuk melindungi diri dan orang sekitar serta mengikuti berbagai anjuran kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk kebaikan bersama.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19 secara rasional sebagai manusia yang berakal dan memiliki kemampuan untuk dapat berikhtiar secara maksimum untuk melindungi diri, pengobatan tindakan preventif, promotif, dan kuratif. Dan sebagai orang beragama harus yakin bahwa Allah SWT yang menurunkan penyakit dan Allah SWT yang akan menyembuhkan, dan harus diikuti oleh ikhtiar manusia. Tidak bisa berada satu sisi saja hanya mengandalkan akal dan usaha manusia saja, tetapi juga harus diikuti dengan kekuatan spiritual sebagai manusia yang beragama.

“Terakhir marilah kita bersama-sama selalu optimis dalam menghadapi pandemi ini, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang semakin ketat, saling mendukung dan menguatkan kepada para kerabat dan rekan yang sedang terpapar Covid-19 sehingga dapat kembali sehat, memberikan narasi positif secara bersama-sama yang dapat memberikan dampak baik dan mengikuti vaksinasi Covid-19 yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT tuhan yang maha esa sehingga dapat melalui semua cobaan dan segera bangkit dan pulih dari pandemi ini dengan segera,” tandasnya. [Medi]