PedomanBengkulu.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia merayakan 75 tahun masa pengabdiannya untuk bangsa, Kamis (1/7/2021). Baik sebagai pelindung masyarakat maupun sebagai pengayom, Polri telah melewati berbagai tantangan berkontribusi membangun keamanan dan ketertiban serta penegakan hukum di tengah-tengah masyarakat.

“Semakin bertambah usianya, kinerja kepolisian semakin patut diteladani. Dirgahayu Bhayangkara ke-75, semoga Polri terus jaya,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief.

“Melalui momen ini saya juga mengucapkan selamat bertugas kepada Brigjen Pol Guntur Setyanto yang dilantik sebagai Kapolda Bengkulu menggantikan Irjen Pol Teguh Sarwono yang ditunjuk dalam jabatan baru sebagai Koorsahli Kapolri,” lanjut Hj Riri Damayanti John Latief.

Menurut perempuan dengan gelar Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Tapus itu, raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) delapan kali berturut-turut selama 2013-2020 adalah sedikit dari beberapa prestasi Polri yang patut diapresiasi.

“WTP menunjukkan Polri punya komitmen untuk mengelola uang negara dengan baik, sesuatu yang harus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan sapu yang bersih, Polri akan dengan mudah melakukan gerakan bersih-bersih di tubuh lembaga-lembaga lain,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini menilai wajar positifnya opini publik yang puas terhadap pelayanan Polri dalam mengurus surat-surat dan laporan pengaduan masyarakat sebagaimana hasil survei Cyrus Network.

“Masih ada yang takut-takut dengan polisi terutama kalau ada razia dan tilang lalu lintas. Ketakutan yang tidak perlu bagi orang-orang yang memang senang tertib dalam berlalu lintas. Tapi untuk urusan lain, polisi adalah andalan,” tandas Hj Riri Damayanti John Latief.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini menambahkan, kekompakkan dan profesionalitas Polri sebagai institusi kedepan akan menemukan tantangan yang semakin berat terutama dalam hal menyikapi persoalan-persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah globalisasi.

“Di tengah kemajuan teknologi internet, kasus-kasus kejahatan yang muncul semakin unik seperti cybercrime. Saat Polri masih menghadapi tantangan cybercrime ini, muncul pandemi covid-19 selama kurun waktu dua tahun terakhir. Namun dalam menghadapi persoalan-persoalan tersebut Polri telah membuktikan kesigapannya,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Setiap tanggal 1 Juli menjadi hari istimewa bagi korps Bhayangkara yang saat masih di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri bernama Djawatan Kepolisian Negara. [Muhammad Qolbi]