Kepala Kejari Lebong Arief Indra Kusuma Adhi

PedomanBengkulu.com, Lebong – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong melaksanakan penelaahan berkas, terhadap laporan yang disampaikan LSM Gerindo terkait pekerjaan paket peningkatan jalan hotmix Sebelat Ulu senilai Rp.4,5 Milyar, yang merupakan anggaran DAK tahun anggaran 2020 milik Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Perhubungan (DPUPR-Hub) Kabupaten Lebong, yang dikerjakan CV Teknik Kualiva Enggenering.

Dikonfirmasi dalam acara pemusnahan barang bukti di halaman Kejari Lebong Rabu (21/07/2021) siang, Kepala Kejari Lebong Arief Indra Kusuma Adhi menyebutkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti, setiap laporan yang disampaikan oleh masyarakat kepada pihaknya.

“Apapun surat (laporan,red) yang dikirimkan kepada kami, akan kami tindaklanjuti. Masalahnya, dalam tingkatannya kami masih melakukan penelaahan laporan tersebut,” ungkap Arief.

Karena setiap laporan itu bisa di kualifikasi, lanjut Arief, bahwa laporan tersebut perlu ditelusuri lagi. Karena bagaimana pun, pihaknya masih perlu melakukan penelaahan apakah memang ada unsur melawan hukum. Untuk memastikan apakah ada perbuatan tersebut benar-benar melanggar, baik itu secara Undang-undang, dalam berkas kontraknya atau lainnya.

“Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan ke masyarakat melalui teman-teman media. Pada intinya kami masih mendalami laporan tersebut,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Paket kegiatan Bina Marga DPUPR-Hub Kabupaten Lebong. Tepatnya paket Peningkatan Jalan (Hotmix) Ketenong Sebelat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis senilai Rp 4,7 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebong TA 2020. Informasinya dilaporkan LSM Gerindo Provinsi Bengkulu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong.

Berdasarkan data yang dihimpun, laporan LSM Gerindo tersebut dilayangkan pada Rabu (14/7/2021) lalu ke Kejari Lebong.
Bahkan dalam laporannya, LSM Gerindo menyampaikan hasil investigasi mereka pada pekerjaan Hotmix Ketenong – Sebelat Ulu, ditemukan ada beberapa dugaan penyimpangan, dalam proses pengerjaan kegiatan yang dilaksanakan PT. Teknik Kualiva Engineering.

Selain itu, LSM Gerindo menyebutkan, jika berpedoman pada Bill of quantity (BQ) atau yang biasa disebut Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada dokumen penawaran, terdapat beberapa item pekerjaan yang diduga tidak dilaksanakan oleh pihak ketiga dan dikurangi volumenya. Diantaranya, pada divisi II drainase, tidak ditemukan galian selokan drainase dan saluran air volume 241,20 m3. Kemudian pasangan batu dengan mortar volume 286,76 m3 juga tidak ditemukan.  Kemudian tidak ditemukan galian tanah biasa dan tanah pilihan di lokasi pekerjaan khususnya di bahu jalan. Bukan itu saja, ketebalan lapisan pondasi agregat kelas A tidak sesuai dengan RAB sehingga ketebalan jalan diduga tidak sesuai dengan rencana seharusnya.

“Dalam dokumen penawaran sebelumnya, struktur jalan terdiri dari timbunan pilihan dengan ketebalan 20 cm, kemudian base A 15 cm dan Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) minimal 5 cm, jadi total ketebalan seharusnya minimal 40 cm. Sedangkan dari penelusuran kami ketebalan yang dikerjakan oleh perusahaan tersebut tidak sampai 40 cm,” ungkap Iryanto selaku Ketua LSM Gerindo, Iryanto saat ditemui di Kejari Lebong.

Ditambahkan Iryanto, pihaknya meminta agar aparat penegak hukum (APH) khususnya Kejari Lebong, dapat segera menindaklanjuti laporannya agar kerugian negara bisa diminimalisir. Dirinya juga menyebut, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mendatangi Kejari Lebong untuk menanyakan sejauhmana tindak lanjut laporannya yang disampaikan pihaknya tersebut.

“Mari kita kawal pembangunan yang menggunakan uang negara jangan sampai ada penyimpangan, kami harap Kejari Lebong serius menanggapi setiap laporan dari masyarakat,” pungkasnya.[Supriyadi]