PedomanBengkulu.com, Lebong – Untuk ketiga kalinya, tersangka TR yang merupakan mantan Ketua DPRD Lebong tidak mengindahkan surat panggilan tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong. Sejatinya, Jum’at (16/7/2021) TR dipanggil untuk menghadap penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lebong, untuk menjalani pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor), anggaran Sekretariat DPRD Lebong tahun 2016. Namun, hingga pukul 15.30 WIB, tidak ada kabar dari pihak tersangka kepada Kejari Lebong.

Atas kembali mangkir dan tidak memenuhi surat panggilan ketiga kalinya, Kejari Lebong akan mengambil langkah upaya paksa untuk mendatangkan TR ke Kejari Lebong.

“Sampai saat ini tersangka TR tidak datang memenuhi panggilan penyidik dan kami tim penyidik juga tidak mendapatkan kabar mengenai alasan ketidak hadiran yang bersangkutan dari pihak tersangka,” ungkap Kepala Kejari Lebong Arief Indra Kusuma Adhi melalui Kasi Pidsus Ronald Thomas Mendrofa didampingi Kasi Intelejen Muhammad Zaki kepada awak media Jum’at (16/7/2021) sore.

Ditambahkan Ronald, dikarenakan tersangka TR kembali mangkir pada panggilan ketiga, pihaknya sudah melakukan rapat tim penyidik bersama pimpinan. Hasilnya akan dilakukan upaya paksa, menghadirkan tersangka TR untuk dibawa menghadap tim penyidik.

“Oleh karena itu berdasarkan rapat tim penyidik dengan pimpinan, maka proses selanjutnya adalah dilakukan upaya paksa terhadap tersangka TR, untuk dihadirkan kepada penyidik guna proses penyidikan,” bebernya.

Untuk 4 orang tersangka, lanjut Ronald, yang sudah memenuhi panggilan penyidik, sama halnya dengan tersangka TR, prosesnya juga tetap berjalan.

“Proses tetap berjalan, termasuk mencari keberadaan TR akan kita cari dulu,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melalui proses panjang dari bahkan status penyidikan (Dik) sempat tiga kali diperpanjang, terhitung Rabu (30/06/2021) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong menetapkan 5 orang tersangka, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) kegiatan Sekretariat DPRD Lebong tahun anggaran 2016, yang diduga merugikan negara mencapai 1,3 Milyar lebih. Adapun kelima tersangka tersebut meliputi tiga mantan pimpinan DPRD Lebong periode 2014-2019 yakni mantan Ketua DPRD Lebong TR, mantan Waka I DPRD Lebong MD dan mantan Waka II DPRD Lebong AM. Kemudian dua ASN mantan Sekwan SP dan mantan Bendahara pengeluaran ET. [Supriyadi]