PedomanBengkulu.com, Lebong – Paket kegiatan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Perhubungan (DPUPR-Hub) Kabupaten Lebong. Tepatnya paket Peningkatan Jalan (Hotmix) Ketenong Sebelat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis senilai Rp 4,7 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebong TA 2020. Informasinya dilaporkan LSM Gerakan Indonesia Raya (Gerindo) Provinsi Bengkulu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong.

Berdasarkan data yang dihimpun, laporan LSM Gerindo tersebut dilayangkan pada Rabu (14/7/2021) lalu ke Kejari Lebong.
Bahkan dalam laporannya, LSM Gerindo menyampaikan hasil investigasi mereka pada pekerjaan Hotmix Ketenong – Sebelat Ulu, ditemukan ada beberapa dugaan penyimpangan, dalam proses pengerjaan kegiatan yang dilaksanakan PT. Teknik Kualiva Engineering.

Selain itu, LSM Gerindo menyebutkan, jika berpedoman pada Bill of quantity (BQ) atau yang biasa disebut Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada dokumen penawaran, terdapat beberapa item pekerjaan yang diduga tidak dilaksanakan oleh pihak ketiga dan dikurangi volumenya. Diantaranya, pada divisi II drainase, tidak ditemukan galian selokan drainase dan saluran air volume 241,20 m3. Kemudian pasangan batu dengan mortar volume 286,76 m3 juga tidak ditemukan.  Kemudian tidak ditemukan galian tanah biasa dan tanah pilihan di lokasi pekerjaan khususnya di bahu jalan. Bukan itu saja, ketebalan lapisan pondasi agregat kelas A tidak sesuai dengan RAB sehingga ketebalan jalan tidak sesuai dengan rencana seharusnya.

“Dalam dokumen penawaran sebelumnya, struktur jalan terdiri dari timbunan pilihan dengan ketebalan 20 cm, kemudian base A 15 cm dan Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) minimal 5 cm, jadi total ketebalan seharusnya minimal 40 cm. Sedangkan dari penelusuran kami ketebalan yang dikerjakan oleh perusahaan tersebut tidak sampai 40 cm,” ungkap Iryanto selaku Ketua LSM Gerindo, Iryanto saat ditemui di Kejari Lebong.

Ditambahkan Iryanto, pihaknya meminta agar aparat penegak hukum (APH) khususnya Kejari Lebong, dapat segera menindaklanjuti laporannya agar kerugian negara bisa diminimalisir. Dirinya juga menyebut, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mendatangi Kejari Lebong untuk menanyakan sejauhmana tindak lanjut laporannya yang disampaikan pihaknya tersebut.

“Mari kita kawal pembangunan yang menggunakan uang negara jangan sampai ada penyimpangan, kami harap Kejari Lebong serius menanggapi setiap laporan dari masyarakat,” pungkasnya.

Dikomfirmasi kepada Kepala Kejari Lebong, Arief Indra Kusuma Adi, melalui Kasi Intelejen Muhammad Zaky memang sedikit terkesan mengelak dari pertanyaan sejumlah awak media. Awalnya dia mengaku belum tahu dan berjanji akan menyampaikan kedepannya, namun dirinya sedikit terdesak dan membenarkan laporan LSM Gerindo tersebut sudah masuk ke Kejari Lebong.

“Memang laporannya sudah ada, tapi datanya saya belum tahu, takutnya keterangan saya salah, nanti saya konfirmasi lagi ya,” singkat Muhammad Zaki Jum’at (16/7/2021) di halaman Kejari Lebong, sembari berjanji akan menyampaikan secara gamblang kepada awak media nantinya. [Supriyadi]