Bupati Lebong Kopli Ansori saat memasang masker kepada warga yang menggunakan daun pisang sebagai masker

PedomanBengkulu.com, Lebong – Rabu (21/07/2021) merupakan hari pertama pemberlakuan posko penyekatan bagi siapapun yang masuk ke Kabupaten Lebong, yang dibangun Pemkab Lebong di dua pintu masuk ke Kabupaten Lebong. Di dua posko yang dibangun Pemkab Lebong tersebut, seluruh warga yang ingin masuk ke Kabupaten Lebong akan diminta indentitas dan harus mengikuti test SWAB secara gratis. Untuk pintu masuk dari Bengkulu Utara dibangun Posko Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas dan Posko perbatasan dengan Rejang Lebong di Desa Bioa Sengok Kecamatan Rimbo Pengadang.

Untuk memberikan dukungan moril kepada seluruh petugas posko yang berjaga, Bupati Lebong dan Wakil Bupati Lebong berbagi tugas memantau dua posko tersebut. Bupati Lebong Kopli Ansori mengunjungi Posko di Desa Tik Tebing. Sedangkan Wakil Bupati Lebong Fahrurrozi memantau posko di Desa Bioa Sengok. Dengan berlakunya posko penyekatan tersebut, bagi siapapun yang ingin masuk ke Kabupaten Lebong diwajibkan mengikuti test SWAB, jika menolak maka warga tersebut dipersilahkan untuk kembali ke daerahnya masing-masing.
Setelah melihat langsung proses pendataan dan test SWAB di Posko, Bupati Lebong Kopli Ansori menyampaikan apresiasinya atas kesadaran masyarakat mengikuti protokol kesehatan, bahkan secara sukarela dan kesadaran tinggi mengikuti test SWAB di posko perbatasan yang digelar Pemkab Lebong.

Wabup Lebong Fahrurrozi saat memantau pelaksanaan test SWAB dj Posko perbatasan Desa Bioa Sengok

“Perhari ini kita sudah kembali mengaktifkan Posko yang masuk ke Kabupaten Lebong. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar tiada hambatan, dan antusias masyarakat sangat bagus dan yang mau masuk ke Kabupaten Lebong dengan sendirinya ingin di SWAB,” sampai Kopli Ansori di Posko Desa Tik Tebing, Rabu (21/07/2021) siang.

Dilanjutkan Bupati Kopli, setelah dilakukan test SWAB gratis ini, dirinya melihat langsung ada warga yang hasil SWAB-nya reaktif, dengan kesadarannya sendiri kembali ke daerahnya untuk isolasi mandiri. Begitu juga untuk warga Lebong yang masuk dan hasil SWAB nya Reaktif mereka siap melakukan isoman akan dipantau untuk isolasi mandiri dirumahnya. Agar tidak berkeliaran, termasuk bansos jadup selama mereka melaksanakan isoman juga akan di berikan.

“Mari sama-sama kita memutuskan mata rantai Covid-19 di Kabupaten Lebong. Insyah Allah, adanya partisipasi masyarakat dengan kesadaran sendiri mau mengikuti test SWAB, saya yakin mata rantai virus Covid-19 di ini akan terputus dengan baik,” harapnya.

Sementara saat ditanya sampai kapan penerapan penyekatan di dua posko perbatasan, Bupati Lebong menyebutkan pihaknya belum memastikannya, akan tetapi yang pasti Pemkab Lebong akan terus melihat perkembangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Lebong selanjutnya.

“Yang jelas, keberlangsungan posko perbatasan mengikuti perkembangan paparan Covid-19 kedepannya,” ucapnya.

Ada menarik saat Bupati Lebong Kopli Ansori memantau posko Tik Tebing, Bupati mendapati dua warga yang pulang dari kebun, karena ingin mengikuti protokol kesehatan dan tidak punya masker, mereka berdua menggunakan masker daun pisang.

“Ini bukti bahwa masyarakat kita sekarang mau mengikuti Prokes dengan memakai masker, karena tidak punya masker mereka gunakan masker daun,” ucap Bupati Kopli sembari memasang masker baru kepada dua warga Desa Tik Tebing tersebut.

Bupati Lebong Kopli Ansori saat memantau po_ko Tak Tebing

Berdasarkan informasi yang dihimpun PedomanBengkulu.com, hari pertama pemberlakuan dua Posko perbatasan, Rabu (21/07/2021) hingga pukul 15.00 WIB, terpantau sudah ada sekitar 172 orang yang ikut di SWAB secara gratis. Dari jumlah tersebut, terdapat 10 orang yang hasil test SWAB-nya positif, bagi warga luar Kabupaten Lebong dipersilahkan kembali ke daerah asal untuk isolasi mandiri. Sedangkan bagi masyarakat Kabupaten Lebong akan dipantau pelaksanaan isolasi mandiri, termasuk pemberian bansos jadup selama mereka menjalankan isolasi mandiri.[Supriyadi]