PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bengkulu diperpanjang hingga tanggal 2 Agustus 2021 mendatang. Keputusan ini dikeluarkan pemerintah pusat terhadap 45 Kota di luar Pulau Jawa dan Bali, yang masuk dalam penerapan PPKM level 4.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyampaikan tiga permintaan terhadap penerapan PPKM level 4 ini.

Pertama, kata dia, pemerintah tidak hanya rutin mengontrol dan membatasi kerumunan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, namun juga memperhatikan kondisi perut rakyat.

“Pastikan bantuan sosial terus berjalan, tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai masyarakat terhindar dari corona tapi dalam keadaan perut lapar,” kata Hj Riri Damayanti John Latied, Senin (26/7/2021).

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menuturkan, selain sektor kesehatan, pemerintah pusat, termasuk pemerintah-pemerintah daerah harus benar-benar memperhatikan jaring pengaman sosial dan ekonomi.

“Perhatikan setiap tetangga. Setiap aparat pemerintah mulai dari kepala daerah sampai kepala dusun dan RT/RW layak dapat penghargaan ketika mampu berpartisipasi untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tapi kalau ada yang coba-coba menyeleweng, tindak dengan tegas!” tandas Hj Riri Damayanti John Latief.

Kedua, Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini menekankan, seluruh perangkat negara harus turun tangan untuk mengantisipasi terhadap ketidakpercayaan pada virus Corona yang berjalan seiring dengan ketidakpercayaan pada pemerintah untuk mengendalikan situasi.

“Ini melemahkan usaha bersama untuk menanggulangi pandemi covid-19. Ini nggak bagus. Kalau tidak cepat dikendalikan situasinya akan semakin runyam. Langkah-langkah taktis dan strategis harus diambil agar tidak sampai ketidakpercayaan itu membesar seperti api dalam sekam,” pesan Hj Riri Damayanti John Latief.

Ketiga, Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menambahkan, pentingnya pemerintah memperhatikan kehidupan anak-anak sebagai masa depan aktor penting yang akan mengisi pembangunan.

“Tolong pendidikan untuk anak-anak jangan berhenti meski di masa pandemi. Kalau saat ini orangtua untuk membangun nalar anaknya terbatas, bangun mental dan karakternya melalui keteladanan karena sebenarnya inilah esensi pendidikan, bagaimana anak-anak bisa terbentuk sebagai insan yang berakhlak mulia,” demikian Hj Riri Damayanti. [Muhammad Qolbi]