PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Meski ada 135 warga desa Barumanis kecamatan Bermani Ulu yang tengah mengalami sakit, namun sebagian besar enggan dilakukan Swab. Disampaikan Kepala Dinas Kesehatan yang juga juru bicara Satgas Covid 19 Rejang Lebong, Syamsir, pihaknya hanya berhasil melakukan pengambilan sampel Swab antigen terhadap 13 orang warga dan 6 diantaranya dinyatakan Positif Covid 19.

“Kita sudah turun ke desa setelah adanya laporan sebanyak 135 warga desa Barumanis yang mengalami sakit. Petugas kita hanya berhasil mengambil sampel 13 orang warga dan dari hasil swab antigen sebanyak 6 orang hasilnya positif Covid 19,” kata Syamsir, Kamis (29/7/2021).

Ditambahkan Syamsir, untuk warga yang mengalami gejala sakit yang enggan di Swab tersebut, menyampaikan alasan kondisinya sudah membaik.

“Kita tisak bisa memaksa warga untuk melakukan swab tapi kalau mereka mau, silahkan sampaikan melalui kepala desa dan kita akan datang lagi. Nah untuk warga yang sudah diambil swab dan hasilnya positif kita minta untuk melakukan isolasi mandiri. Gejala sakit yang mereka alami rata-rata terpapar Covid 19, namun ringan sehingga tidak perlu harus dirawat di Rumah sakit,” ujar Syamsir.

Baca: Seratus Lebih Warga Desa Barumanis Sakit Mendadak

Syamsir juga menyampaikan, pihaknaya pada hari Kamis (29/7/2021) telah melakukan penyemprotan disinfektan massal di lingkungan Desa Barumanis.

Terpisah Gubernur Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah yang pada Kamis (29/7/2021) melakukan rapat bersama seluruh perjabat Porkompimda Provinsi dan Bupati dan Pejabat Kabupaten Rejang Lebong terkait Covid 19 menyampaikan bahwa kejadian di Desa Barumanis tersebut harus dijadikan pelajaran bersama.

“Ini menjadikan pelajaran kita bersama agar protokol kesehatan diterapkan. Jika tidak dipatuhi protokol kesehatan kita tau sendiri akibatnya. Pengetatan PPKM harus dilakukan. Dengan adanya PPKM Level 3 ini maka tidak boleh lagi ada kegiatan keramaian. Kalau ada yang mengajukan rencana pernikahan ke KAU maka harus ada perjanjian tidak boleh ada pesta, akat nikah silahkan dilaksanakan tapi tidak boleh dulu ada pesta,” kata Rohidin.

Untuk penanganan kejadian yang terjadi di Desa Barumanis tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa sudah ada penganangan dengan sistem berjenjang.

“Disetiap tingakatan mulai dari desa sudah ada Satgas Covid 19. Begitu juga dengan anggarannya, di desa ada anggaran 8 persen dari DD dan di Kabupaten ada anggaran 8 persen dari DAU. Artinya penanganan sudah berjalan dengan sistem berjenjang,” pungkas Rohidin.

Sebelumnya Kepala Desa Barumanis Sofian Effendi menyampaikan bahwa ada 135 warganya yang mengalami sakit dan gejalanya mirip terpapar Covid 19. Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak tanggal 14 Juli 2021 usai salah seorang warga setempat melaksanakan pesta. [Julkifli Sembiring]