PedomanBengkulu.com, Lebong– Pemerintah Kabupaten Lebong akan menyurati Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, meninjau kembali keberadaan serta izin PT. Tansri Madjid Energi (TME) di Kabupaten Lebong. Apalagi sejak beberapa tahun keberadaannya di Kabupaten Lebong, tidak ada sumbangsih positif bagi masyarakat maupun Pemkab Lebong. Malahan PT. TME hingga saat ini belum sepeserpun sumbangsih bagi pendapatan asli daerah (PAD), bahkan semenjak adanya PT TME tidak sedikit terjadinya konflik sosial dengan masyarakat, yang selama ini bergantung hidup melalui usaha pertambangan emas tradisional.

Dikatakan Bupati Lebong Kopli Ansori, di Kabupaten Lebong memang benar ada inventasi oleh PT.TME, akan tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan aktifitas inventasinya seperti apa. Karena sejak di keluarkan izin penambangan emas PT TME di Kabupaten Lebong, sampai sekarang belum ada kejelasan dampak positif Pemkab Lebong maupun masyarakat sekitar PT. TME.

“Tiba- tiba PT TME melaporkan adanya penyerobotan, kami pun juga ingin melihat penyerobotan seperti apa, dari usaha apa yang diserobot. Karena tanah ini semuanya tanah Kabupaten Lebong,” kata Kopli saat ditemui usai menemui warga penambang, yang dilaporkan melakukan penyerobotan oleh manajemen PT TME di Polsek Lebong Utara, Kamis (22/07/2021) sore.

Disebutkan Kopli, Pihak PT TME sebelumnya memang sudah pernah bersilaturahmi, sekaligus melaporkan atas investasi mereka di Kabupaten Lebong. Namun dalam pertemuan tersebut, dirinya meminta pihak PT.TME untuk mempresentasikan IUP, SOP, sampai pelaksanaan teknis inventasi, hingga dokumen terkait rencana kerja PT. TME.

“Terkait izin, ini yang saya pertanyakan kemarin kepada mereka, karena ketika menghadap mereka tidak ada membawa dokumen apa-apa. Kalau kita bicara berizin, saya sudah minta mereka tunjukkan. Tetapi mereka tidak bisa menunjukkan dan belum mempresentasikannya,” ungkap Kopli.

Untuk langkah kedepan, lanjut Kopli, Pemkab Lebong akan menyurati PT. TME, untuk mencari solusi terbaik. Kalaupun mereka ingin berinvestasi pihaknya akan membuka ruang, termasuk menjamin keamanan dan kenyamanan mereka berinvestasi. Asalkan benar-benar berinvestasi dan sesuai dengan regulasi yang ada.

“Saat saya masuk dan menjadi Bupati Lebong, pertama yang saya lihat adalah progres pendapatan dari investasi yang ada. Alhamdulillah PT TME sampai hari ini tidak terdaftar dalam PAD kita yang berkontribusi. Termasuk ketika saya tanyakan dengan masyarakat sekitar PT TME, juga belum ada secara langsung seperti CSR,” bebernya.

Terkait semua permasalahan yang ada, sambung Kopli, Pemkab Lebong juga akan menyurati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, untuk melakukan telaah dan kajian atas IUP yang dimiliki PT.TME.

“Kami akan bersurat ke Kementerian ESDM RI, untuk mengevaluasi atas izin usaha pertambangan emas yang sudah dikeluarkan untuk PT TME,” pungkasnya.[Supriyadi]