PedomanBengkulu.com, Lebong – Sempat viral dan mendapati sejumlah kecaman dari sejumlah masyarakat khususnya para netizen, video aksi perundungan (Bullying) berakhir damai. Kesepakatan damai antara korban dengan pelaku Bullying dilaksanakan di Mapolsek Rimbo Pengadang Rabu (4/8/2021). Dalam sidang mediasi itu sendiri dipimpin Wakapolres Lebong Kompol Tatar Insan, didampingi Kabag Ops Polres Lebong AKP Muliyadi dan Kapolsek Rimbo Pengadang Ipda M Hasan Basri. Dalam mediasi tersebut, dihasilkan kata mufakat antara kedua belah pihak, yakni orang tua dan anaknya sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan.

Sementara itu baik korban dan pelaku sama-sama didampingi orang tua masing-masing. Dalam mediasi itu juga menghadirkan Camat Topos Hartoni, Kades Suka Negeri Jon Kenedi dan Kepsek SMPN 7 Lebong Zoni Harpen beserta guru BK dan Wali kelas.

Untuk diketahui, korban adalah FA (14) pelajar kelas 8 SMP warga Desa Suka Negeri. Sedangkan Pelaku berinisial SRK (15) pelajar kelas 9 SMP warga Kelurahan Topos dan rekannya perekam Video berinisial AR (15) pelajar kelas 9 SMP warga Desa Suka Negeri Kecamatan Topos.

Baca: Viral, Video Remaja Lakukan Aksi Bullying Memancing Emosi Netizen 

Dalam kesempatan itu, Wakapolres Lebong Kompol Tatar Insan menyampaikan penekanan agar peristiwa bullying tersebut, menjadi kejadian yang pertama dan terakhir, karena telah melanggar Undang-undang. Kemudian, apabila ada kejadian yang sama atau terulang, maka Polri akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan Undang-undang yang berlaku.

Selanjutnya, kedua belah pihak tidak ada lagi rasa saling dendam dan telah menjadi satu keluarga. Agar orang tua dan pihak sekolah lebih ketat lagi, dalam pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Kemudian bagi masyarakat yang masih menyimpan maupun yang sudah posting video bullying ini, untuk tidak lagi dishare atau dihapus postingannya,” singkat Kompol Tatar.

Selain itu, dirinya selaku Wakapolres Lebong juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sudah terlanjur memposting untuk dapat menarik lagi postingannya, ini lebih kepada kepedulian bersama. Karena pelaku maupun korban sama-sama masih dibawah umur, dan memang masih diperlukan pengawasan lebih kedepannya.

Baca Juga: Pasca Viral, Pelaku Bullying Bakal “Dibina” Polisi

“Cukup ini sebagai pembelajaran kita semua, pengawasan kepada anak-anak memang harus lebih ditingkatkan, kalau ada hal yang tidak bagus sama-sama kita perbaiki,” singkat Wakapolres.

Usai acara mediasi di Mapolsek, terpantau Wakapolres Lebong, Kabag Ops dan Kapolsek Rimbo Pengadang langsung mengunjungi kediaman orang tua FA. Kunjungan itu bentuk kepedulian jajaran Polres Lebong, sekaligus penyerahan tali asih bantuan sembako, menunjukkan perhatian Polres Lebong kepada keluarga korban.[Supriyadi]