Pedomanbengkulu.com, Seluma – Inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan Bupati Seluma, Erwin Octavian, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tais Kabupaten Seluma, selasa (3/8/2021). Erwin melakukan pengecekan ke sejumlah ruangan di RSUD Tais, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang perawatan, ruang isolasi pasien Covid-19, ruang isi ulang tabung oksigen, hingga toilet.

Erwin yang baru tiba di rumah sakit langsung melakukan pengecekan ke ruang IGD dan perawatan pasien. Kemudian ia melanjutan sidak ke ruangan isolasi dan ruang pengisian ulang tabung oksigen. Di ruang tersebut, petugas pengisian ulang tabung gas mengeluh, karena tidak bisa maksimal mengisi tabung oksigen dalam pasien dalam waktu cepat. Diketahui terdapat 33 tabung oksigen, yang terdiri dari 20 tabung besar dan 13 tabung kecil.

“Kalau tabung kecil dalam 24 jam itu maksimal sekitar 10 tabung, kalau tabung besar itu sekitar 7 tabung. Mengisi tabung itu waktunya kurang lebih tiga jam, sedangkan pasien ini minta isi ulang setiap dua jam, itu yang membuat kami terkadang kesulitan dan kejar-kejaran waktu,” jelas Frengky, salah seorang petugas pengisian ulang tabung oksigen, Selasa (3/8/2021).

Kendati demikian, Direktur RSUD Tais, dr. Wiwin Herwini menyatakan, pengisian tabung oksigen tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan pasien Covid-19 di RSUD Tais.

“Kami memproduksi sendiri untuk oksigen pasien, memang petugas harus bekerja cepat untuk memenuhi kebutuhan. Tetapi untuk pasien di RSUD Tais yang jumlahnya delapan orang saat ini sudah terpenuhi,” jelasnya.

Sementara itu pantauan di RSUD Tais, seluruh pejabat rumah sakit langsung dikumpulkan Bupati Seluma, untuk melakukan rapat singkat. RSUD Tais diminta untuk berbenah untuk meningkatkan pelayanan.

“Banyak yang jadi catatan, salah satunya adalah kebersihan yang harus ditingkatkan,” jelas Erwin usai melakukan sidak.

Erwin juga menyatakan akan menambah stok tabung oksigen di RS, agar tidak menyebabkan pasien mengalami kendala.

“Tabungnya kita sudah punya dari ukuran kecil hingga besar, tetapi ini kami akan tambah, jangan sampai pasien yang jadi korban karena tidak ada oksigen, penanganan Covid-19 di rumah sakit ini kan kuncinya adalah ketersediaan oksigen,” tegasnya. [IT2006]