PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Satgas COVID-19 merilis data per 15 Agustus 2021 sebanyak tujuh provinsi keluar dari zona merah. Tujuh provinsi tersebut adalah Nusa Tenggara Timur, Banten, Sulawesi Barat, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Bengkulu. Di Sumatera Utara, Satgas COVID-19 melaporkan lebih dari 10 wilayah zona merah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyatakan rasa syukur atas keluarnya Bengkulu dari zona merah, namun meminta agar pelayanan fasilitas kesehatan (faskes) di desa terpencil mendapat perhatian khusus agar dapat melayani warga dengan prima.

“Jangan sampai ada Puskesmas yang tiba-tiba ditutup paksa warga karena kecewa dengan pelayanan kesehatan yang ada. Melayani warga dengan pelayanan terbaik di bidang kesehatan harusnya prioritas utama dan tanggungjawab semua jajaran pemerintahan,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Kamis (19/8/2021).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menekankan, pengawasan terhadap seluruh pusat pelayanan kesehatan di daerah-daerah perlu ditingkatkan mengingat di era pandemi covid-19 dan cuaca ekstrem, angka orang yang mengalami gangguan kesehatan meningkat.

“Cek alat-alat di pusat-pusat kesehatan masyarakat, masih lengkap nggak. Tenaga medisnya cukup nggak. Untuk penanganan gawat darurat bisa nggak. Saya memang belum terima laporan secara langsung, tapi saat kunjungan ke daerah, laporan mengenai masalah kesehatan ini relatif tinggi,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini juga meminta agar pengawasan terhadap pelaksanaan vaksinasi, rapid test antigen serta swab PCR di pusat-pusat pelayanan kesehatan bisa berjalan transparan dan tidak terdapat celah kepada siapapun untuk melakukan pungutan liar (pungli).

“Jangan sampai biaya yang seharusnya gratis justru malah bayar. Atau menetapkan tarif di luar yang ketetapan resmi. Atau biaya-biaya lain dengan alasan yang nggak masuk akal. Kalau ada temuan, laporkan. Hidup masyarakat kini sedang susah. Jangan ditambah,” tegas Hj Riri Damayanti John Latief.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini juga mengingatkan agar preseden habisnya stok obat di Bengkulu tidak sampai terulang kembali.

“Saya kaget dapat info beberapa minggu yang lalu kalau stok obat antivirus di salah satu Puskesmas di Kota Bengkulu habis. Kalau di kota saja habis, gimana di daerah-daerah,” tanya Hj Riri Damayanti John Latief dengan nada heran.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini mengapresiasi daerah yang melakukan terobosan dalam memberikan pelayanan kesehatan seperti pengadaan ambulans gratis untuk seluruh warga di Kota Bengkulu dan layanan dokter online bagi masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid -19.

“Ada juga layanan vaksinasi warga dengan metode jemput bola dari pintu ke pintu tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang ketat. Saya yakin kalau terobosan semacam ini diperluas, target vaksinasi akan segera tercapai,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief. [MS]