Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah telah memberikan izin kepada Sekolah untuk melakukan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Aturan Pembelajaran Tatap Muka tersebut diberlakukan dengan penerapan kapasitas maksimal 50 persen. Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 35/2021.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief merasa bersyukur Bengkulu yang masuk PPKM level 3 telah dapat melaksanakan belajar tatap muka dengan protokol kesehatan ketat.

“Saya merasa bersyukur anak-anak kita sudah bisa belajar tatap muka. Tapi harus tetap diawasi, jangan sampai lalai, protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan. Jika tidak, itu bisa berdampak pada anak-anak kita,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief, Selasa (31/8/2021).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini mengingatkan, pengawasan kesehatan seluruh guru dan siswa untuk menjadi salah satu prioritas.

“Selalu cek kesehatan, jika ada gangguan-gangguan segera laporkan. Untuk guru yang belum divaksin, segera vaksin. Pemerintah juga harus lakukan monitoring di setiap sekolah,” tukas Hj Riri Damayanti John Latief.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini berharap, orang tua siswa berperan menjaga kesehatan anak-anaknya, menciptakan generasi tangguh agar masa depan bangsa gilang gemilang dari saat ini.

“Tetap fokus dengan kesehatan, patuhi protokol kesehatan, semoga Bengkulu segera bebas dari covid-19. Aktifitas dapat kembali lancar dan itu semua butuh kerjasamanya antara pemerintah dan masyarakat,” tutup Hj Riri Damayanti John Latief. [Muhammad Qolbi]

Berikut aturan pembelajaran tatap muka untuk PPKM Level 3 berdasarkan Inmendagri nomor 35/2021 :

Pelaksanaan pembelajaran di sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50%, kecuali ;

1. SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62% sampai dengan 100% dengan menjaga jarak minimal 1,5m dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

2. PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5m dan maksimal 5 peserta didik per kelas.