Anggota DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sempat menurun selama berbulan-bulan, kinerja ekspor Bengkulu kembali bergairah meski pandemi covid-19 masih berlangsung bahkan menginfeksi semakin banyak warga hingga membuat keadaan ekonomi masyarakat golongan menengah ke bawah menjadi tertekan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, peningkatan ekspor tersebut merupakan sinyal positif yang menandakan mulai membaiknya ekonomi sejumlah negara luar setelah terpukul akibat pandemi covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir.

“Semoga sinyal positif ini bisa ikut mendorong menggerakkan perekonomian Bengkulu ke arah yang lebih baik. Saya optimis ke depan nilai ekspor ini akan terus meningkat dan berperan signifikan dalam kinerja perekonomian Bengkulu secara keseluruhan,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Selasa (3/8/2021).

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini berharap peningkatan ekspor ini juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu amunisi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu yang mengalami peningkatan sejak pandemi covid-19.

“Memang nggak otomatis ekspor naik terus kemiskinan berkurang. Tapi karena yang diekspor ini rata-rata adalah hasil perkebunan, jadi kalau ekspor naik berarti pendapatan petani perkebunan naik. Semua yang berkaitan dengan perkebunan, baik yang bekerja di perusahaan atau mandiri dapat berkahnya,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Srikandi Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Provinsi Bengkulu ini menilai momentum peningkatan ekspor tersebut menjadi kesempatan baik bagi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“UMKM bisa menjadi penunjang kegiatan entah sebagai petani, pengumpul, pengangkut bahan baku, atau apalah yang pasti saya lihat ada ruang yang cukup luas untuk UMKM di bidang ini. Pemerintah daerah bisa kasih stimulus, pembinaan dan pengembangan UMKM di bidang ini,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Data terhimpun, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu pada Mei 2021 nilai ekspor Bengkulu tercatat mencapai USD13,68 juta atau mengalami penurunan dalam empat bulan berturut-turut terhitung sejak Februari.

Salah satu penyebabnya karena beberapa negara tujuan ekspor seperti India untuk sementara tidak menerima pengiriman cangkang kelapa sawit yang menjadi komoditas unggulan Bengkulu karena pandemi covid-19.
Sementara nilai komoditas ekspor lainnya seperti batu bara pada Mei tercatat USD9,5 juta lebih, meningkat bila dibandingkan pada April yang hanya USD8,6 juta.

Peningkatan terjadi pada bulan Juni 2021 yang mencapai US$ 24,83 juta, atau naik sebesar 81,46 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei 2021 yang tercatat sebesar USD13,68 juta dan meningkat sebesar 85,66 persen apabila dibandingkan dengan bulan Juni 2020 yang tercatat USD 13,37 juta.

Neraca perdagangan Provinsi Bengkulu bulan Juni 2021 surplus sebesar US$ 24,83 juta, sedangkan neraca perdagangan bulan Januari – Juni 2021 mengalami surplus sebesar US$ 98,88 juta. [Muhammad Qolbi]