PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Organisasi kepanduan yang menghimpun orang-orang berjiwa muda yang suka berkarya atau Praja Muda Karana (Pramuka) memperingati perjalanan 60 tahun gerakannya mengabdi untuk negeri yang jatuh pada besok, Sabtu (14/8/2021).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, Gerakan Pramuka merupakan salah satu organisasi paling potensial dalam menanggulangi bencana alam maupun non alam yang akhir-akhir sering melanda tanah air.

“Pramuka punya organisasi paling menyebar di Indonesia yang anggotanya dilatih untuk siap menghadapi berbagai tantangan bencana alam dan non alam seperti wabah yang terjadi saat ini. Dari sudut pandang ini, Pramuka organisasi yang istimewa,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, bencana alam dan non alam seperti pandemi tidak menutup kemungkinan akan mendatangi kehidupan manusia di masa-masa yang akan datang sehingga kehadiran sumber daya manusia terampil dalam menghadapi ujian-ujian tersebut menjadi kebutuhan vital bagi sebuah bangsa.

“Coba bayangkan, sebuah organisasi dengan 25 juta anggota dilatih untuk mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dan apapun yang membahayakan masyarakat seperti bencana, saya yakin pemerintah akan punya kekuatan besar untuk menyelesaikan setiap masalah dengan cepat,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini mengungkapkan, milenial Indonesia yang terserak mesti menyatukan barisan untuk memperkuat hidupnya nilai-nilai gotong-royong, peduli sesama, perilaku hidup sehat dan bersih untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Saya lihat sendiri bagaimana Pramuka di seluruh negeri sejak awal wabah ikut turun tangan melakukan disinfeksi, mengkampanyekan disiplin penerapan protokol kesehatan, bakti sosial dan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya,” tutur Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menambahkan, satu-satunya hal menakutkan yang bisa menimpa anggota Pramuka Indonesia adalah kegagapannya dalam membedakan sisi positif dan negatif yang dibawa melalui arus teknologi.

“Gadget kadang membuat milenial ini sampai lupa belajar, bermain bersama kawan, dan patuh sama orangtua. Malah ada yang sampai jadi korban penculikan, perkosaan, pemerasan, semua berawal dari gadget. Sebagai wadah, sekali lagi Pramuka berpeluang menjadi organisasi yang bisa mengembangkan imajinasi dan kreativitas milenial Indonesia tanpa harus bersikap anti teknologi,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, Gerakan Pramuka terdapat dalam setiap jenjang tingkatan pendidikan sejak dari SD, SMP hingga SMA yang didayagunakan untuk membantu melatih para siswa agar menjadi seseorang yang mandiri, kreatif dan terampil dalam berbagai keadaan.

Gerakan Pramuka memiliki banyak kegiatan maupun perlombaan dengan kegiatan rutin berupa perkemahan, hingga mengikuti jambore tingkat nasional maupun internasional. Saking pentingnya gerakan ini, setiap tahun Indonesia merayakan Hari Pramuka Indonesia setiap tanggal 14 Agustus. [Muhammad Qolbi]