Penyerahan Buku Bacaan Anak kepada Kepala Sekolah

PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan mendongeng dan menyumbang buku bacaan anak di SDN 48 Bengkulu Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan secara offline di salah satu ruang kelas SDN 48 Bengkulu Tengah tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah dan dewan guru SDN 48 Bengkulu Tengah, Tim PPM Sosiologi UNIB dan mahasiswa, Kak Tami (Pendongeng) serta siswa SDN 48 Bengkulu Tengah berjumlah 30 anak yang merupakan siswa kelas 4, 5, dan 6.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan buku dan meningkatkan minat baca siswa, memperkenalkan kepada siswa bahwa aktivitas membaca sebagai sarana dalam mengisi waktu dan bermain, memfasilitasi kegiatan dengan menyediakan bahan bacaan menarik, berkualitas dan beragam,” terang Ketua Tim PPM, Heni Nopianti, M.Si, Senin (30/8/2021).

Ia melanjutkan bahwa muara dari kegiatan ini pada akhirnya adalah dapat menumbuhkembangkan kesadaran tentang pentingnya budaya membaca bagi siswa. Ada dua bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu kegiatan mendongeng dan menyumbangkan buku bacaan anak ke perpustakaan sekolah.

Kak Tami sedang Mendongeng

Kegiatan mendongeng dibawakan oleh Kak Tami. Dalam dongengnya yang berjudul “Cempaka”, Kak Tami menyelipkan pesan bahwa para siswa harus rajin belajar, rajin membaca buku dan menjadikan membaca buku sebagai sebuah kesenangan atau hobi. Siswa-siswa yang hadir sangat antusias mendengarkan cerita Kak Tami yang menarik. Mereka memperhatikan dan sesekali mengomentari pertanyaan Kak Tami di sela-sela mendongengnya.

Cempaka digambarkan sebagai anak yang suka membaca dan rajin belajar tapi karena keadaan ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan menyebabkan ia tidak bisa bersekolah. Kebetulan Cempaka tinggal bersama neneknya. anak yang tinggal bersama neneknya. Sehari-hari ia membantu mencari uang dengan menjual kue. Namun, meski demikian, dengan semangat belajar yang dimilikinya, ia tetap mengikuti pelajaran secara diam-diam di luar kelas di sela-sela kegiatannya menjual kue.

Lebih lanjut Heni Nopianti berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi siswa dan sekolah. Untuk melihat keberhasilan kegiatan ini maka Tim PPM juga melakukan proses evaluasi yaitu melalui indikator: siswa bisa menceritakan kembali apa yang disampaikan oleh pendongeng dan mengetahui pesan dari yang diceritakan. Proses evaluasi dilakukan langsung oleh Kak Tami dan Tim PPM setelah Kak Tami menyelesaikan dongengnya. Kak Tami memberikan pertanyaan – pertanyaan seputar kisah yang diceritakannya. Dan ada lima orang siswa yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Evaluasi terakhir yang dilakukan adalah meminta siswa menceritakan ulang kisah yang didongengkan oleh Kak Tami. Ada tiga orang siswa yang maju kedepan, namun yang berhasil bercerita ulang persis sama dengan dongeng Kak Tami hanya 1 siswa. Dua siswa lainnya sudah memiliki kemauan dan keberanian untuk bercerita.

Kegiatan PPM ini ditutup dengan memberikan buku kepada pihak sekolah dan sertifikat kepada Narasumber. Kepala SDN 48 Bengkulu Tengah mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang telah diselenggarakan di sekolahnya. Ungkapan yang sama juga diucapkan oleh dewan guru, mereka berharap kegiatan ini dapat kembali dilaksanakan di sekolah mereka. [Rilis]

Siswa antusias menjawab pertanyaan Kak Tami