Lemea, makanan khas Rejang

Salah satu makanan populer dari Korea Selatan ialah Kimchi. Kimchi adalah makanan tradisional khas Korea Selatan yang terbuat dari sayur-sayuran dan berbagai bumbu yang difermentasikan.

Dalam pembuatan kimchi, sayur yang digunakan biasanya adalah sawi putih, lobak, dan selada, sedangkan bumbu yang digunakan biasanya garam, cabai, jahe, bawang putih, dan daun bawang. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dan didiamkan selama beberapa hari hingga selesai terfermentasi.

Nah, Cita Rasa Kimchi juga ada di Bengkulu, makanan tersebut disebut dengan nama Lemea, makanan khas dari Tanah Rejang khususnya Kabupaten Lebong. Kimchi dan Lemea sama-sama makanan yang diolah dengan cara fermentasi.

Mendengar kata Lemea atau Lema, tentunya tidak seluruh orang akan langsung mengetahui apa yang disebutkan. Tetapi akan sangat berbeda jika kata Lemea didengar oleh masyarakat atau keturunan suku Rejang, karena Lemea merupakan makanan khas suku Rejang dan akan langsung terbayang aroma Lemea yang sedikit menyengat. Tetapi selalu membuat rindu untuk menikmatinya.

Mirip seperti kimchi, olahan Lemea atau Lema dibuat dari rebung atau tunas bambu. Yang diiris atau dicincang halus, kemudian dicuci bersih kemudian diendapkan dan melalui permentasi, yang biasanya juga dicampur sedikit dengan ikan kecil-kecil.

Setelah diendapkan kurang lebih sekitar tiga hari, Lemea ini bisa langsung dikonsumsi dengan berbagai jenis makanan. Yang juga kebanyakan, masyarakat sering mencampur Lemea dengan ikan segar. Baik itu disantan, ditumis sambal atau dipadukan dengan bahan makanan lainnya sesuai selera masing-masing.

Citarasa lemea berupa asam dan pedas unik dan gurih ketika dimakan. Makanan ini juga akan ditambah nikmat bila ditambahi dengan lalapan khas Bengkulu misalnya jengkol, petai dan kabau.

Perlu Dipatenkan

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Selain perlindungan hak cipta, ada juga UU terkait dengan paten. UU Paten di atur di nomor 14 tahun 2001 mengatur tentang definisi paten, pemegang hak paten, syarat substantatif tentang paten, jenis paten, subjek paten, prosedur paten dan spesifikasi permohonan paten. Di dalam UU ini juga membahas jangka waktu perlindungan paten, pembatan paten dan hak serta kewajiban pemegang paten.

Mematenkan HaKI dapat dilakukan untuk semua produk dan karya yang memiliki manfaat. Karya yang dapat dipatenkan adalah karya yang memberikan kemaslahatan dan pemberdayaan bagi kehidupan manusia. Karya yang bersifat eksklusif lebih mudah untuk dipatenkan, yang kemudian proses inilah yang disebut dengan hak cipta.

Sampai hari ini Lemea sebagai makanan khas Suku Rejang belum dipatenkan. Semoga kedepannya bisa segara dipatenkan dan bisa menjadi ikon kuliner Bengkulu mendunia seperti halnya Kimchi di Korea Selatan.

Sumber Penulisan: Makanan Khas Rejang, Lemea Kemasan Praktis | Pedoman Bengkulu , Lemeah, Cita Rasa Kimchi dari Tanah Rejang | Pedoman Bengkulu, Peranan Penting Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Hasil Penelitian Dosen (duniadosen.com), Kimchi, Makanan Fermentasi dari Korea Selatan, dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh (unair.ac.id)

Penulis: Zuliana SE, Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Bengkulu