PedomanBengkulu.com, Kota Bengkulu – Renny Ramayani, salah satu siswa alumni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Bengkulu melapor ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Bengkulu bahwa tidak bisa mengambil ijazahnya yang tertahan di sekolah karena menunggak SPP Rp 2. 8.20.000.

Beberapa waktu lalu, orangtua Renny datang ke Sekolah dengan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Namun pihak sekolah belum memberikan Ijazah dan harus melunasi pembayaran SPP.

“SKTM itu udah dua minggu yang lalu orangtua yang masukkan soalnya saya di Padang,” kata Renny, Selasa (14/9/2021).

Lalu, dirinya melapor ke DPD PAN Kota Bengkulu yang sudah membuka posko bantuan untuk warga kesulitan salah satunya soal ijazah tersebut. Setelah itu, DPD PAN mengadvokasi untuk pengambilan ijazah dan akhirnya ijazah berhasil diambil.

“Alhamdullilah, meski ada kendala sedikit setelah berusaha menemui pihak sekolah dan berkat bantuan dari berbagai pihak, ijazah saya akhirnya bisa diambil tanpa pungutan biaya apa pun,” ungkap Renny.

Renny mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu memerdekakan ijazahnya.

“Terimakasih bapak Helmi Hasan, Ketua DPD PAN Teuku Zulkarnain beserta rekan-rekan yang lainnya berkat bantuan Allah melalui bapak-bapak sekalian ijazah saya dapat diambil,” ucap Renny dengan senang.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 3 Kota Bengkulu, Ahmad Basori mengatakan, pihak sekolah tidak ada menahan ijazah.

“Tidak ada kalau penahanan itu, kalau siswanya tidak mampu dan menunjukkan SKTM kami proses sesuai dengan prosedur,” tegasnya. [Anto]