Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sumbangsih Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Besarannya bisnis UMKM ini dalam percaturan bisnis Indonesia terhadap PDB mencapai 60 persen serta penyerapan tenaga kerja 116,73 juta orang atau 97,02 persen dari total angkatan kerja yang bekerja.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, melek teknologi dalam bisnis UMKM merupakan bagian terpenting dalam pengembangan suatu usaha.

“Setelah pandemi menghantam dua tahun lebih, kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Saya pikir melek teknologi sangat tepat dalam membangun bisnis UMKM,” ujar Riri Damayanti, Jumat (3/9/2021).

Srikandi Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, teknologi dapat mempromosikan produk dengan jangkauan lebih luas.

“Dua tahun ini UMKM kita merosot drastis. Ada yang bertahan, ada juga yang tutup karena bangkrut, tidak adanya omset. Ini menjadi keprihatinan saya, pemerintah harus memberikan edukasi melek teknologi kepada masyarakat dalam kebiasaan baru ini. Saya yakin, jika keroyokan, UMKM akan bangkit,” sampai Riri.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini juga mengapresiasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang berkomitment untuk dalam program pemberdayaan UMKM, penguatan daya saing produk dalam negeri.

“Allahdulillah berkat kerjasama yang baik, produk UMKM telah masuk di brand-brand minimarket ternama. Namun, kuotanya sangat sedikit, saya minta pemerintah menambah kuotanya mencapai 40 persen,” tungkas Riri.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini juga berharap pemerintah tidak merasa puas hanya dengan memberikan bantuan berupa BLT UMKM dan pinjaman modal di perbankan.

“Produk kita masih kalah jauh dengan produk impor. Saya harap Pemerintah juga memberikan perlindungan dan mengunggulkan produk UMKM lokal, bila perlu kurangi impor masuk ke Indonesia,” harap Riri.

Perempuan dengan gelar Anak Suku Adat Tiang Empat dari Masyarakat Adat Pematang Tigo ini juha kembali menjelaskan, pengurangan impor merupakan cara untuk penguatan produk UMKM. Bila perlu membangun idustri nasional yang kuat.

“Tentu itu semua membutuhkan modal yang besar. Tapi saya yakin, jika kita memiliki komitmen yang kuat, industri nasional bisa menjadi solusi menguatan ekonomi Indonesia yang merosot akibat pandemi,” tutup Riri. [Muhammad Qolbi]