Senator Leni John Latief
PedomanBengkulu.com, Jakarta - Hari ini, Senin (24/2/2025), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-71. Organisasi pelajar NU ini berdiri pada tanggal 24 Februari 1954 dalam Konferensi Besar Ma'arif Semarang yang pada selanjutnya dijadikan sebagai tanggal kelahirannya.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengucapkan selamat Harlah ke-71 kepada IPNU dan optimis bahwa organisasi pelajar ini mampu menjadi wadah strategis untuk mewujudkan generasi emas.
"Sumber daya manusia yang unggul berawal dari pembentukan generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual dan punya kompetensi memadai, tapi juga harus punya semangat religiusitas yang tinggi. Punya adab dan akhlak yang bagus. Saya kira IPNU adalah wadah yang baik untuk membentuk generasi seperti itu," kata Hj Leni Haryati John Latief, Senin (24/2/2025).
Perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar 31 Oktober 1964 ini menjelaskan, secara khusus ia memiliki kedekatan dengan kader-kader pelajar NU di Provinsi Bengkulu dan melihat langsung bagaimana mereka tumbuh dengan baik di masyarakat.
"Saya kira wajar kemudian banyak diantara kader-kader ini pada akhirnya jadi pemimpin di negeri ini. IPNU menjadi rumah yang paling baik bagi generasi penerus bangsa dalam mengembangkan Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam," ujar Hj Leni Haryati John Latief.
Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu ini menambahkan, para orang tua hendaknya mendorong anak-anaknya berorganisasi dan bergaul dengan teman-teman yang memiliki karakter religius.
"IPNU bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi buah hati kita para orang tua untuk mereka memperdalam dan memperkokoh nilai-nilai keagamaan. Kalau mereka tidak tumbuh dalam kebaikan, mereka akan tumbuh dalam gelapnya kemaksiatan, berupa seks bebas, narkoba, dan sebagainya," demikian tutup Hj Leni Haryati John Latief.
Data diperoleh dari situs resminya, tujuan dibentuknya IPNU untuk menegakkan dan menyiarkan agama Islam, meninggikan dan menyempurnakan pendidikan serta ajaran-ajaran Islam, dan menghimpun seluruh potensi pelajar Islam yang berpaham Aswaja.
IPNU tidak hanya merangkul mereka yang berasal dari sekolah-sekolah NU, namun juga menampung kalangan pelajar dan santri dengan usia maksimal 30 tahun. Adapun tema Harlah IPNU ke-71 adalah "Konektivitas Gagasan, Kolektivitas Gerakan". [**]